va ou ton coeur te porte.. ecoute ton coeur et fais confiance au destin..
<

Seorang perempuan bagai mendapatkan sebuah pencerahan dalam hidupnya. Ketika di suatu pagi ia mendapatkan sesuatu yang tidak disangka2. Hal yang sblmnya hanya ada dalam benak pikirannya. Terwujud dalam kata2pun hanya sebagai canda semata. Tak pernah terpikirkan hal itu justru terjadi di saat dia tidak lagi begitu mengharapkannya. Berawal dr pertemuannya dgn seorg lelaki yg selama ini hanya dikenalnya di dunia  cyber. Kesan pertama is ok katanya. Seorang nan ramah dan simpatik, komentarnya. Nuttin happen after that. Chating berikutnya, sms, pembicaraan telepon, sampai bbrp kali pertemuan, terlintas sebuah niatan iseng iseng saja. Flirting.. Ah, bermain api rupanya!!

Puncaknya  di suatu hari yang ternyata merupakan hari yang spesial bagi sang lelaki.. Hampir pagi, saat mentari sebentar lagi mengintip mega. Dia nyaris saja mematikan program mssgrnya, ketika tiba2 nama itu muncul online di pojok kanan bawah monitor komputernya.

Menggoda lagi.. Hanya itu pikirannya..
Sekedar iseng.. Hanya itu niatannya..
Iseng iseng berhadiah.. Itulah taruhannya..
Terbakar.. Itulah resikonya!!

Ah, lelaki itu tak bisa ditantang rupanya…. Dia serius menanggapinya.. Lelaki itu mendatangi perempuan itu. Gosh!! Kelimpungan sendiri tak tahu apa yang harus dilakukan. Menyerahkan segala sesuatunya terjadi pada sang waktu dan detik demi detik yang bergulir. Inilah saatnya, dia terbakar.. Hangus..

Tapi, apa yang membakarnya?
Nafsu semata?
Ataukah ada segelintir rasa?

Logika tak dapat lagi berpikir sehat, ketika dua anak manusia berbeda jenis itu bergulat dalam permainan birahi. Begitu cepat tanpa disadari. Berakhir….

Menyesalkah sang perempuan?
Menangiskah dia?
Tidak..
Lalu?
Entahlah, katanya..
Dia hanya bingung, tersenyum, dan masih bertanya2..
Mimpikah aku?
Nyatakah semua itu terjadi?

Beberapa hal yang masih menjadi tanda tanyanya..
Apakah yang ada di benak dan pikiran lelaki itu saat ia menerima tantangan iseng itu?
Nafsu?
Harga diri?
Melepaskan stress?
Menyenangkan diri sendiri?
Lalu kini, anggapan apa yg diberikan sang lelaki pada sang perempuan?

Ah, sudahlah, kataku pada sang perempuan..
Anggaplah itu sebagai  kado spesial seorang sahabat di hari ulang tahunnya
Kalian tetap berteman, kan?
Ya, jawabnya..

Everything has happened, we are still friend..
Just hope and act that will be nothing change
And let the time answer all these questions
Begitu jawabnya..
Lirih..

Dedicate to ‘I&R’ for early morning event on 27/01/07
..still can’t believe it happened..

January 28th, 2007 at 10:54 am


3 Responses to “Suatu Pagi Di Penghujung Januari”
  1. 1
      Andreas says:

    ko sudah gila kah menulis spt ini?

  2. 2
      pipit says:

    ckckckckck!!

  3. 3
      ' Adityarini ' says:

    hiiiiiiiiiiiyyyyyy……….