va ou ton coeur te porte.. ecoute ton coeur et fais confiance au destin..
<

Tuhan, kenapa aku harus menangis lagi? Menjelang hari dimana seharusnya aku mendapatkan sukacita dan kedamaian.

Tuhan, kenapa aku harus bersedih lagi? Semalam sebelum aku semestinya menyambut hari kelahiran-Mu dgn rasa bahagia berkumpul bersama keluargaku.

Tuhan, tak pantaskah aku berbahagia? Sekali saja, sejenak saja dalam malam2ku? Bersama orang yg sangat kusayangi? Menatapnya hanya semakin melukai hatiku. Mengharapkannya bicara hanya semakin memupuskan harapanku. Aku sakit, Tuhan.. Aku kecewa.. Tapi aku tidak tahu, kepada siapa harus kulampiaskan amarahku. Aku tak tahu kepada siapa lagi aku bisa mengeluh. Mungkin teman2ku pun bosan padaku, bahkan dia yg kusayangi mgkn muak melihat kelakuanku malam tadi….

Ah, sadarkah dia, dia yg menyebabkan aku spt itu? Sadarkah dia, aku menangis karena dia? Bahkan dia tidak memberi kesempatan padaku saat kuminta sedikit waktunya untuk berbicara denganku…. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang harus kukatakan padanya. Aku hanya ingin dia mendengar dr mulutku sndr apa yang aku ingin dia tahu.

Hmmm, setidaknya hari ini aku sudah mengatakannya. Walaupun blm puas hati karena hanya dpt kusampaikan melalui layanan pesan singkat telepon genggamku. Itupun masih dalam konteks un-peaceful dengannya, berbalas omongan dan kata2 yg tiada habisnya!! Entah dia mengerti atau tidak.. Pernah aku mendengar, “We are winners when we realized that we are in love with someone, but it will be useless if we don’t dare to let the one we love know about our feeling, for it makes us losers!!”

Titon Gustaman!! I’m not a loser!! And you should know that.. Biar semua orang tau skrg.. Aku sudah tak peduli lagi dengan semua ini. Kamu hanya membuatku tersiksa dan diperbudak dengan perasaanku sndr. Bahkan kamu tidak memberiku kesempatan untuk terus menjadi teman dan sahabatmu.. Penyangkalan demi penyangkalan dan bantahan2 tentang rasa itu…. Ah, ini harus segera disudahi, tapi aku tdk tau bagaimana caranya?! Ini harus diakhiri, segera!! Aku hanya berharap kamu bisa berpikir, dan mempunyai keberanian itu, untuk menemuiku dan menyelesaikan ini semua dengan baik2. Akan kubiarkan agar kamu yang memutuskan semuanya, ya semuanya…. Aku yang akan memberikan pilihan, dan kamu yang harus membuat keputusan atas semua ini.. Above all, honestly, I don’t wanna lose you..

PS: My special thx for Yolanda, Kevin, Ponco, Dennis, Puri, and Pipit.. Makasih bgt kalian semua udah ada untuk aku di malam (atau pagi??) itu yaa.. Gosh, setidaknya skrg aku tahu, ada orang2 yang peduli padaku, orang2 yg tidak malu untuk tetap berada bersamaku bahkan di saat penampilan terburukku saat itu. Orang2 yg bersedia melakukan apa saja demi untuk tidak melihatku menangis.. Terima kasih Tuhan.. Terima kasih teman2.. Terima kasih Titon, ini semua karena kamu, aku menyadari siapa saja teman2ku, dan aku mampu menyatakan ini semua di blogku!!

December 24th, 2006 at 2:24 pm


3 Responses to “Titon Gustaman!! I’m not a loser, hunz.. U can see it, beib!! I do CARE of you..”
  1. 1
      Andreas says:

    cowo bodoh mana lagi nih yang berani nyakitin dan bikin kecewa kakak gw?!

    Dith, you worth more than just be with him. An angel deserve better than just a childish boy!!

  2. 2
      Agustinus says:

    Sabar…sabar….. :)

  3. 3
      ' AChN-I ' says:

    aduh.. krg sabar apa yah? tp emang mgkn salah gw jg nih.. eh, dia gak bodoh kok, cuma buta aja!! atau…. gak punya mati hati gitu deh.. gw dah ikhlas kok!!